Minggu, 04 November 2012
“Menembus Kebekuan,Merentang Kemungkinan”
Realitas budaya kita kini tengah berada dalam arus kehidupan global,yang
seolah-olah membuat kehidupan dunia ibarat di sebuah perkampungan. Globlalisasi
kebudayan tersebut pada kenyataanya juga membawa sifat buruk,berupa relasi
budaya yang timpang,karena globlalisasi yang berwatak eksploitatif itu
melakukan ekspansi dan dominasi pada budaya lokal. Akibatnya,kebudayaan kita
tak bisa terlepas dari hegemoni budaya global yang memaksa kita untuk hanya
mempunyai dua pilihan,kompromi dengan budaya global atau “mati” sama sekali.
Pada sisi lain,ideology pembangunan kebudayaan kita yang sangat sentralistik
dan kurang memberi peluang bagi tumbuh kembangnya budaya tradidi/lokal,telah
membuat termarginalkannya bentu-bentuk budaya tradisional.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENJADI GURU YANG DIRINDU
menjadi guru adalah panggilan hati. selengkapnya...... smamuhammadiyah1ngawi.sch.id
-
aku.... dalam langkah malu-malu, berjalan menyusuri awan, tuk menghilang dari nyata, bertanya pada burung yang melintas, adakah yang le...
-
Ketika dawai hati menyapa perlahan, Dalam hati yang lama hampa, Nada indah itu mengalun perlahan, Menidurkan jiwa dan membawanya terb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar